HMZ-Iskandar Dapat Julukan Paslon Peduli Warga Misikin

HMZ-Iskandar Dapat Julukan Paslon Peduli Warga Misikin

karikatur hmz

KOTA TANGERANG – Kampanye pertama Pasangan Calon (Paslon), Walikota dan wakil walikota Tangerang, Dr. Harry Mulya Zein (HMZ)-Iskandar, dengan terjun langsung ke lingkungan warga mendapat simpatik dari warga. Gelar calon yang peduli terhadap rakyat miskin, diberikan warga kepada Paslon yang didukung Partai PPP, Hanura dan PKNU ini.

Usai melaksanakan upacara peringatan HUT RI yang Ke-68, bersama ratusan warga Kampung Cikahuripan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, HMZ-Iskandar mendatangi ratusan Kepala Keluarga (KK), di TPA Rawa Kucing.

Jalan menuju TPA yang becek dan bau sampah yang menyengat, tidak menyurutkan niat HMZ dan Iskandar untuk mendatangi warga yang hidup di sekitaran pembuangan sampah itu. “Ada masyarakat Kota Tangerang, tinggal di sekitaran TPA, saya ingin tahu kondisi mereka yang sebenarnya,” cetus HMZ kepada wartawan saat ditanya tujuannya ke lokasi TPA, Sabtu (17/08/2013).

Tiba dipemukiman warga yang tinggal di sekitaran TPA, HMZ yang didampingi Iskandar, langsung menyalami sejumlah kaum ibu yang tengah berbincang-bincang di depan salah satu rumah warga. “Lagi ngapain bu,”tanya HMZ, sambil menyodorkan tangan kepada sejumlah ibu-ibu yang tengah berkumpul di depan rumah salah satu warga.

Warga yang sudah mengenal HMZ sebagai calon walikota, langsung menyatakan keluhan atas kondisi kehidupan di pemukiman kumuh tersebut. Dengan santai, HMZ mendengarkan keluhan-keluhan warga. Setelah mendengarkan keluhan warga, HMZ kemudian mengucapkan permintaan maaf, tidak bisa berbuat dan bertindak atas kondisi kehidupan yang tidak layak yang dialami warga.

Kata HMZ, Jabatan, sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) di Pemkot Tangerang, yang pernah dipegangnya, bukan jabatan yang bisa mengeluarkan atau memutuskan kebijakan Pemkot Tangerang, sesuai dengan Undang-undang Otonomi Daerah.

“Insyaalah doakan saya dan pak Iskandar. Jika Allah mentakdirkan kami terpilih, pada 31 Agustus 2013 nanti, kebijakan dan langkah kerja pertama kami, menghapus kondisi kehidupan yang tidak layak bagi masyarakat Kota Tangerang,” cetus HMZ.

Soal menghapus kondisi hidup tidak layak bagi warga Kota Tangerang, kata HMZ, sudah dikemasnya dalam program lingkungan yang di visi dan misi HMZ-Iskandar. HMZ juga meminta warga tidak menilai, programnya itu, sebagai janji politik atau iming-iming untuk warga agar dirinya terpilih menjadi walikota.

“Saya menjadi calon walikota dan mengundurkan diri jabatan Sekda, tujuannya hanya ingin memperluas lahan kebaikan dalam hidup saya. Soal pilihan calon, hak masayarakat. Siapapun yang menang, dialah pilihan rakyat,” ujar HMZ.

Usai berbincang-bincang, HMZ kemudian meminta izin kepada warga untuk berkeliling melihat lebih jauh kondisi lingkungan dan pemukiman warga. Diikuti warga dan para pendukungnya, HMZ-Iskandar berkeliling mendatangi warga-warga lain di pemukiman ini.

Saat melihat anak-anak tengah bermain, calon walikota yang akan menggratiskan biaya pendidikan sekolah swasta dan negeri dari SD hingga SMA/SMK ini, bertanya kepada warga yang mengikutinya. “Anak-anak disini sekolah kan?,” tanya HMZ dijawab Entin, salah satu warga.

Entin menjawab, kondisi ekonomi yang lemah, membuat warga pemukiman ini tidak bisa memberikan pendidikan yang layak bagi anaknya. Penghasilan warga disini hanya bisa untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari mereka. Ironisnya, kehidupan warga Kota Tangerang ini, sudah berlangsung puluhan tahun.

“Saya sudah 10 tahun disini. Tempat belajar anak-anak disini pak, seadanya. Kedatangan bapak mau datang ke sini saja kami terimakasih pak. Kami yakin bapak calon yang peduli terhadap warga miskin seperti kami,” kata Entin, sambil menunjuk gubuk beratap seng dan bertiang bambu.

Raut wajah HMZ yang gembira di kampanye pertamanya itu, berubah menjadi sedih dan bingung saat melihat lebih dekat tempat belajar anak-anak warga di pemukiman ini.Bagaimana tidak, tempat belajar itu, hanya beralaskan tikat yang sudah rusak dan bulu-bulu serta kotoran ayam yang berserakan. Selain tempat belajar anak-anak, sarana ibadah di pemukiman ini juga Kondisinya menyedihkan.

“Ibu-ibu dan bapak-bapak yang sabar yah. Insyaalah pemimpin Kota Tangerang nanti, bisa mewujudkan solusi atas persoalan seluruh warga Kota Tangerang. Saya ingin kesejahteran masyarakat Kota Tangerang benar-benar terwujud,” ungkap HMZ.

Berdasarkan pengakuan warga, seluruh penghuni pemukiman kumuh jumlahnya ada 122 Kepala Keluarga (KK). Mereka memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Tangerang dan terdaftar sebagai pemilih di Pemilihan Umum (Pemilu). Terkahir mereka menggunakan hak pilihnya sebagai warga Kota Tangerang di Pemilihan Walikota Tangerang (Pilwalkot) dan Gubernur (Pilgub) Banten.

Disingung soal pengakuan warga bahwa dirinya, calon yang peduli warga tidak mampu , HMZ mengatakan, membantu sesama yang membutuhkan, sudah menjadi kewajiban dan kebaikan. Selama bulan Suci Ramadhan lalu, kegiatan sosial yang rutin dilakukan HMZ. Kegiatan sosial yang dilakukanya yakni memberikan bantuan berupa sembako dan santunan kepada anak yatim. “Kegiatan berbagai sesama itu, tidak ada hubungannya dengan pencalonan saya. Kebetulan saja, bulan puasa tahun ini sebelum pelaksanaan Pemilukada Kota Tangerang,” jawab HMZ.

Kepedulian HMZ terhadap warga tidak mampu juga diakui oleh Ewuis, yang tinggal di Jalan Rasuna Said, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Ibu dari tiga orang anak ini mengaku mengenal HMZ di kegiatan santunan anak yatim. “Pak HMZ orangnya baik. Dia calon walikota yang peduli warga tidak mampu dan anak yatim,” kata Ewuis. (her)

Sumber: http://www.trustkota.com/warga-bilang-hmz-iskandar-paslon-peduli-warga-miskin

Terkait HMZ-Iskandar Dapat Julukan Paslon Peduli Warga Misikin